Minggu, 24 November 2013

Wawancara dengan bidan desa


Perkenalkan nama saya sikhatu niswatis subkhiyah, mahasiswa AKBID PEMKAB KUDUS. Saya berasal dari desa menganti kecamatan kedung kabupaten jepara. Saya mendapat tugas dari bapak HARTOYO, Ssi  untuk memenuhi tugas komputer yang bertema wawancara dengan bidan desa.
                Apa saja sih hasil dari wawancara itu?
                Sebelum saya menjelaskan hasil wawancara itu, saya akan memberitahu jarak dari kampus kerumah,yaitu dimulai dari kampus jalan kaki sampai pasar bitingan ,setelah itu naik angkot berwarna ungu yang mengantar  penumpang menuju terminal jetak,kemudian naik bis menuju jepara. Tetapi saya turun di walisongo pecangaan kurang lebih 10 km dari terminal jetak,sampai di walisongo pecangaan, saya naik angkot berwarna biru menuju desa menganti kurang lebih 7 km. Desa saya perbatasan antar desa bugel dengan desa kerso.
                Jarak rumah saya sampai kabupaten kurang lebih  10 km yang dimulai dari desa menganti menuju ke utara, sampai di perempatan mantingan ke utara lagi sampai kabupaten.
                Pendidikan di desa menganti dapat di bilang berkembang, karena banyak pendidikan yang ada, seperti :
- PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
- TK ( Taman Knak-kanak)
- MI (Madrasah Ibtidaiyah) / SD (Sekolah Dasar)
- MTS (Madrasah tsanawiyah)
- MA (Madrasah Aliyah)/ SMA
Selain pendidikan di atas di desa menganti banyak yang membuka les privat untuk semua anak dari tingkat TK sampai SMA. Yang dapat membantu wawasan anak-anak menjadi berkembang dan dapat memberikan pengetahuan  yang lebih luas dan bermanfaat untuk semua orang.
Untuk menyelesaikan tugas komputer, saya berkunjung ke rumah bidan desa. Jarak rumah saya menuju rumah bidan kurang lebih 700 m, dengan cara naik motor melewati MA-MTS DARUL HIKMAH ,menuju utara sampai rumah bidan, bisa juga dilakukan dengan berjalan kaki.
Sesampai di rumah bidan desa yang bernama SITI MAS’UDATUN, saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada bida n tersebut, hasil dari wawancara yang saya dapat mengenai :                          1. Posyandu.                                                                                                                                                            2. Laporan-laporan yang di laporkan ke puskesmas.                                                                                             3. Program-progam yang dijalani.                                                                                                                            4. Informasi tentang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
1.Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
Jumlah posyandu yang ada di desa berjumlah 5 posyandu yang dilaksanakan satu kali dalam satu bulan, yang masing-masing mempunyai anggota (kader-kader).
Ø  Posyandu dahlia
dilaksanakan pada tanggal 8, yang beranggota 5 orang yaitu
- Maryamah
- Yumaroh
- Qomariyah
- hj. Endang
- Siti rohmatun

Ø  Posyandu Anggrek
dilaksanakan pada tanggal 9, yang beranggota 5 orang yaitu :
- Sriyati
- Subi’atun
- Endang Bersih
- Nurhayati
- Srimona

Ø  Posyandu Cempaka
dilaksanakan pada tanggal 11, yang beranggota 5 orang yaitu :
- Rubi’atul Karimah
- Mustiqotul Hidayah
- Nova Izah
- Marya Ulfa
- Muslihatun

Ø  Posyandu Melati
dilaksanakan pada tanggal 12, yang berangggota 5 orang yaitu :
- Mu’alifah
- Intiya
- Munti’ati
- Mas’udatun
- Khotimah

Ø  Posyandu Mawar
dilaksanakan pada tanggal 15, yang beranggota 5 orang yaitu :
- hj. Fi’latul Wahidah
- Siti Ami
- Nur Ika
- Neni Wahyuni
- Nur Jumu’ah

2. Laporan-laporan yang dilaporkan ke puskesmas
     meliputi : - laporan gizi
                       - SKDN (Sasaran yang punya KMS (kartu menuju sehat) ditimbang naik
                          timbangan)
                       - Gizi Buruk
                       - Gizi Kurang
3. Progam-program yang dijalani
    meliputi : - KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
                      - KB (Keluarga Berencana)
                      - Imunisasi
                      - Gizi
                      - Diare
4. Informasi tentang KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak)
    Masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) di desa menganti saat ini banyak yang terserang
    penyakit flu, batuk, demam, yang dimungkinkan karena pergantian musim.

Kondisi kesehatan di desa di awali dengan adanya tenaga kesehatan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan pertolongan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat. Tenaga kesehatan meliputi dokter,perawat,bidan, dan tenaga lainnya.
Di desa saya terdapat 5 tenaga kesehatan :
 3 dokter : - Anton
                   - Ulfa
                   - Nur Hayati
2 bidan : - Evi
                 - Mas’udatun

 Fotoku bersama bidan 





Sekian yang dapat saya sampaikan tentang wawancara dengan bidan, apabila ada kesalahan penulisan dan kata saya mohon maaf. Semoga bermanfaat bagi pembaca dan penulis. amiiii
iinn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar