Sabtu, 14 Desember 2013

MAKAM MBAH KRETEK DESA MENGANTI




SESUATU YANG LUAR BIASA DARI WALIYULLAH MBAH KRETEK



Ø  Konon banyak yang cerita
Bila ada burung-burung berterbangan diatas makam banyak yang jatuh berguguran oleh masyarakat disebut kretek-kretek. Tiba-tiba ditempat jatuhnya burung-burung tersebut terdapat nisan atau patok. Nisan tersebut kadang-kadang ditempati rumah serangga seperti binatang rayap. Rumah tersebut membentuk gundukan tanah, hal tersebut dapat menunjukkan tanda-tanda kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu makam tersebut dinamakan Makam Mbah Kretek.
Ø  Bila hari senin atau kamis banyak masyarakat yang berdatangan untuk selametan dengan membawa “Ambengan-ambengan” bersama ingkung ayam atau dekem. Pertanda berhasilnya nadzar atau wasilah kepada waliyullah mbah kretek. Tidak hanya orang sekitar makam, bahkan dari luar daerah banyak yang datang untuk ziarah dan wasilah kepada beliau.

Alkisah :
a.       Setiap pemuka-pemuka masyarakat banyak yang sudah merasakan atas karomahnya seperti almarhum walmagfurlllah Mbah H. Sulaiman Tamam berhasil menjadi ulama’ ternama di daerah Jepara, terutama pada waktu menjabat sebagai pejabat DPR Kabupaten Jepara tahun 1955, beliau dapat mengangkat derajat masyarakat Desa Menganti yang semula pekerjaan mereka hanya membuat pati dari pohon sagu atau aren . cara mengambilnya bisa berhari-hari atau mingguan, setelah tiba dirumah pohon sagu terdebut dipotong dan dibelah-belah kemudian dipasah, ditumbuk dan digombang (diperas-peras) agar keluar air patinya, perlu sehari semalam untuk menghasilkan  pati karena pada waktu itu belum ada selep sagu seperti sekarang ini.
Masyarakat tersebut dapat diangkat derajatnya dengan jalan mendirikan sekolah madrasah yang muridnya terdiri dari masyarakat besar,kecil,tua,muda boleh dikatakan hampir seluruh masyarakat masuk menjadi murid, sedang pengajarannya atau gurunya dikatakan asal bisa baca dan tulis, tidak ada syarat tamatan sekolah apalagi sampai sarjana seperti sekarang ini, tetapi atas kelihaiannya atas berkat karomah Mbah Kretek beliau Mbah Sulaiman Tamam mengambil tenaga guru yang bisa menjadikan majunya pendidikan tersebut tidak pandang bulu, boleh jadi dari organisasi lain, yaitu seperti organisasi muhamadiyah, almarhum walmagfurlah bapak Milyadi Irsyadi dari klaten yang nikah dengan seorang dari warga bugel atau dari guru yang non muslim.
Akhirnya sedikit demi sedikit dari MI berubah menjadi PGM (Pendidikan Guru  Madrasah),PGA (Pendidikan Guru Agama),MTs dan MA yang akhirnya menjadi YLPI DH (Yayasan Lembaga Pendidikan Darul Hikmah) yang mana tamatan-tamatan dari sekolah tersebut banyak yang menjadi pegawai negri, utamanya pada waktu ada pengangkatan UGA ( Ujian Guru A gama) pada tahun 1968 tidak hanya satu dua orang yang diangkat, bahkan mencapai puluhan orang , tidak hanya itu ada yang menjadi pegawai KUA, pegawai Depag,apalagi sekarang kantor Depag boleh dikatakan banyak diisi oleh tamatan-tamatan sekolah dari desa Menganti, malahan ada yang menjadi pegawai di wilayah, seperti bapak Drs. H. Sholihi radli,MM menjadi KEMENAG KAPUNTREN dan juga ada yang menjadi pilot penerbangan di NTT, ABRI,TNI,Polisi,Dokter,Bidan dll. Itulah hasil perubahan dengan jalan merubah nasib masyarakat tradisional dirubah dengan pendidikan.
b.      Putra beliau H. Sulaiman Tamam bernama H. Mahfud Tamam pada waktu rame-ramenya DSOB(Dana Sosial Olahraga Berhadiah) beliau mendapat wangsit dari Mbah Kretek beliau mendapatkan rejeki nomplok yang bukan main banyaknya, seandainya sekarang ini bida jadi miliaran sangking banyaknya karena bisa mendirikan mesin-mesin gergaji dan membeli mobil pusuh yang jumlahnya puluhan, kesemuanya diberi nama kretek jaya.
c.       Bapak Drs. H. Tas’an saudara seayah dengan H. Mahfud Tamam, ketika akan menghadapi ujian sarjana jurusan bahasa arab beliau sellalu tekun berdoa kepada Allah SWT dengan berwasilah kepada Mbah Kretek dengan kehendak Allah berkat karomah Mbah Kretek beliau dapat lulus dan dapat berhasil memimpin YLPI DH melanjutkan perjuangan ayahnya Mbah H.Sulaiman Tamam.
Maka beliau bersama ayahnya menetapkan hari wafat Mbah Kretek atau haul Mbah Kretek setiap tanggal 1 Muharram atau tahun baru Hijriyah dengan ala sederhana, tetapi sekarang makin tahun bertambah meriah sehingga dapat mendatangkan mubalek dari luar kota, seperti KH Mahyan Ahmad dari Grobokan.