SESUATU YANG
LUAR BIASA DARI WALIYULLAH MBAH KRETEK
Ø Konon banyak yang cerita
Bila ada burung-burung berterbangan diatas makam banyak yang jatuh berguguran oleh masyarakat disebut kretek-kretek. Tiba-tiba ditempat jatuhnya burung-burung tersebut terdapat nisan atau patok. Nisan tersebut kadang-kadang ditempati rumah serangga seperti binatang rayap. Rumah tersebut membentuk gundukan tanah, hal tersebut dapat menunjukkan tanda-tanda kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu makam tersebut dinamakan Makam Mbah Kretek.
Bila ada burung-burung berterbangan diatas makam banyak yang jatuh berguguran oleh masyarakat disebut kretek-kretek. Tiba-tiba ditempat jatuhnya burung-burung tersebut terdapat nisan atau patok. Nisan tersebut kadang-kadang ditempati rumah serangga seperti binatang rayap. Rumah tersebut membentuk gundukan tanah, hal tersebut dapat menunjukkan tanda-tanda kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu makam tersebut dinamakan Makam Mbah Kretek.
Ø Bila hari senin atau kamis banyak masyarakat yang berdatangan untuk
selametan dengan membawa “Ambengan-ambengan” bersama ingkung ayam atau dekem.
Pertanda berhasilnya nadzar atau wasilah kepada waliyullah mbah kretek. Tidak
hanya orang sekitar makam, bahkan dari luar daerah banyak yang datang untuk
ziarah dan wasilah kepada beliau.
Alkisah :
Alkisah :
a.
Setiap
pemuka-pemuka masyarakat banyak yang sudah merasakan atas karomahnya seperti
almarhum walmagfurlllah Mbah H. Sulaiman Tamam berhasil menjadi ulama’ ternama
di daerah Jepara, terutama pada waktu menjabat sebagai pejabat DPR Kabupaten
Jepara tahun 1955, beliau dapat mengangkat derajat masyarakat Desa Menganti
yang semula pekerjaan mereka hanya membuat pati dari pohon sagu atau aren .
cara mengambilnya bisa berhari-hari atau mingguan, setelah tiba dirumah pohon
sagu terdebut dipotong dan dibelah-belah kemudian dipasah, ditumbuk dan
digombang (diperas-peras) agar keluar air patinya, perlu sehari semalam untuk
menghasilkan pati karena pada waktu itu
belum ada selep sagu seperti sekarang ini.
Masyarakat tersebut dapat diangkat derajatnya dengan jalan mendirikan sekolah madrasah yang muridnya terdiri dari masyarakat besar,kecil,tua,muda boleh dikatakan hampir seluruh masyarakat masuk menjadi murid, sedang pengajarannya atau gurunya dikatakan asal bisa baca dan tulis, tidak ada syarat tamatan sekolah apalagi sampai sarjana seperti sekarang ini, tetapi atas kelihaiannya atas berkat karomah Mbah Kretek beliau Mbah Sulaiman Tamam mengambil tenaga guru yang bisa menjadikan majunya pendidikan tersebut tidak pandang bulu, boleh jadi dari organisasi lain, yaitu seperti organisasi muhamadiyah, almarhum walmagfurlah bapak Milyadi Irsyadi dari klaten yang nikah dengan seorang dari warga bugel atau dari guru yang non muslim.
Masyarakat tersebut dapat diangkat derajatnya dengan jalan mendirikan sekolah madrasah yang muridnya terdiri dari masyarakat besar,kecil,tua,muda boleh dikatakan hampir seluruh masyarakat masuk menjadi murid, sedang pengajarannya atau gurunya dikatakan asal bisa baca dan tulis, tidak ada syarat tamatan sekolah apalagi sampai sarjana seperti sekarang ini, tetapi atas kelihaiannya atas berkat karomah Mbah Kretek beliau Mbah Sulaiman Tamam mengambil tenaga guru yang bisa menjadikan majunya pendidikan tersebut tidak pandang bulu, boleh jadi dari organisasi lain, yaitu seperti organisasi muhamadiyah, almarhum walmagfurlah bapak Milyadi Irsyadi dari klaten yang nikah dengan seorang dari warga bugel atau dari guru yang non muslim.
Akhirnya
sedikit demi sedikit dari MI berubah menjadi PGM (Pendidikan Guru Madrasah),PGA (Pendidikan Guru Agama),MTs dan
MA yang akhirnya menjadi YLPI DH (Yayasan Lembaga Pendidikan Darul Hikmah) yang
mana tamatan-tamatan dari sekolah tersebut banyak yang menjadi pegawai negri,
utamanya pada waktu ada pengangkatan UGA ( Ujian Guru A gama) pada tahun 1968
tidak hanya satu dua orang yang diangkat, bahkan mencapai puluhan orang , tidak
hanya itu ada yang menjadi pegawai KUA, pegawai Depag,apalagi sekarang kantor
Depag boleh dikatakan banyak diisi oleh tamatan-tamatan sekolah dari desa
Menganti, malahan ada yang menjadi pegawai di wilayah, seperti bapak Drs. H.
Sholihi radli,MM menjadi KEMENAG KAPUNTREN dan juga ada yang menjadi pilot
penerbangan di NTT, ABRI,TNI,Polisi,Dokter,Bidan dll. Itulah hasil perubahan
dengan jalan merubah nasib masyarakat tradisional dirubah dengan pendidikan.
b.
Putra
beliau H. Sulaiman Tamam bernama H. Mahfud Tamam pada waktu rame-ramenya DSOB(Dana
Sosial Olahraga Berhadiah) beliau mendapat wangsit dari Mbah Kretek beliau
mendapatkan rejeki nomplok yang bukan main banyaknya, seandainya sekarang ini
bida jadi miliaran sangking banyaknya karena bisa mendirikan mesin-mesin
gergaji dan membeli mobil pusuh yang jumlahnya puluhan, kesemuanya diberi nama
kretek jaya.
c.
Bapak
Drs. H. Tas’an saudara seayah dengan H. Mahfud Tamam, ketika akan menghadapi
ujian sarjana jurusan bahasa arab beliau sellalu tekun berdoa kepada Allah SWT
dengan berwasilah kepada Mbah Kretek dengan kehendak Allah berkat karomah Mbah
Kretek beliau dapat lulus dan dapat berhasil memimpin YLPI DH melanjutkan
perjuangan ayahnya Mbah H.Sulaiman Tamam.
Maka beliau
bersama ayahnya menetapkan hari wafat Mbah Kretek atau haul Mbah Kretek setiap
tanggal 1 Muharram atau tahun baru Hijriyah dengan ala sederhana, tetapi
sekarang makin tahun bertambah meriah sehingga dapat mendatangkan mubalek dari
luar kota, seperti KH Mahyan Ahmad dari Grobokan.